JAKARTA - Wacana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) untuk menggunakan energi baru dan terbarukan sebesar 23 persen dari total penggunaan energi pada tahun 2025 kini telah mulai direalisasikan. Salah satunya adalah pada proyek elektrifikasi di Indonesia Timur.
Namun, selama ini yang menjadi kendala utama dari proyek pembangunan infrastruktur listrik di Indonesia Timur adalah sulitnya menembus medan untuk terhubung dengan jaringan listrik nasional.
Lantas, apa yang rencana yang akan diterapkan oleh pemerintah agar target 90 persen elektrifikasi di Indonesia Timur dapat tercapai pada tahun 2019?
Menteri ESDM Sudirman Said mengungkapkan akan menggunakan alternatif energi untuk dapat menerangi daerah Indonesia Timur, yaitu dengan menggunakan energi baru dan terbarukan yang tidak merusak lingkungan dan mudah didapatkan.
"Ada matahari, ada air, ada angin yang tergantung pada daerahnya. Kita ingin memanfaatkan itu. Karena itu jalan terbaik untuk membangun listrik yang jauh dari nasional grid (jaringan listrik nasional)," kata Sudirman dalam sesi wawancara ekslusif dengan Okezone di kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
(Baca Juga: Minyak Akan Habis, ESDM Dorong EBT hingga 20%)