Daftar 10 Perusahaan yang Ingin Beli Bisnis Utama Yahoo

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Selasa 03 Mei 2016 00:13 WIB
Ilustrasi: Reuters
Share :

JAKARTA - Yahoo telah menerima lebih dari 10 tawaran untuk lini bisnis internetnya. Bahkan sejumlah tawaran menawarkan nilai yang fantastis, yakni sekira USD8 miliar atau setara Rp105,6 triliun (kurs Rp13.200 per USD).

Seperti dikutip dari Business Insider, Yahoo akan mempersempit tawaran untuk tujuh finalis pada akhir pekan ini, tetapi sebagai catatan untuk pengumuman penawaran final akan memakan waktu sekira satu bulan.

Salah satu penawar yang meminat membeli Yahoo adalah Verizon, YP Holdings, TPG, dan sejumlah kelompok investor yang terdiri dari Bain Capital dan Vista Equity Partners, serta satu atau dua yang tidak ingin disebutkan namanya sebagai perusahaan strategis, kata laporan itu.

Daftar tersebut lebih sedikit dari penawar lainnya jika dibandingkan dengan 40 perusahaan yang awalnya tertarik membeli Yahoo.

(Baca Juga: Direksi Yahoo 'Kerja Rodi' Hindari Kebangkrutan)

Rakuten, misalnya, tidak pernah mengadakan pembicaraan dengan Yahoo, meskipun laporan menempatkan tawaran putaran pertama awal pekan ini, seseorang yang akrab dengan masalah ini mengatakan kepada kami.

Softbank, pemilik mayoritas Yahoo Jepang, telah mengadakan pembicaraan dengan Verizon tentang saham minoritas Yahoo di situs mitra Jepang, tetapi tidak tertarik dengan penawaran untuk bisnis inti internet, katanya.

CEO Yahoo Marissa Mayer mengatakan, dalam minggu ini akan dilakukan proses selanjutnya, dan setiap harinya meeting dengan berbagai pihak yang terlibat dalam proses tersebut.

Tapi ketika meminta rincian lebih lanjut dari proses penawaran, dia menolak untuk bercerita. "Dalam rangka untuk melindungi integritas dari proses, kita tidak akan berkomentar lebih lanjut tentang hal-hal seperti penawaran khusus waktu dan atau," kata dia.

(Baca Juga: Hal Terakhir yang Harus Dilakukan Marissa Mayer di Yahoo)

Yahoo sedang berjuang setelah tiga tahun upaya memperbaiki yang dipimpin oleh Mayer setelah gagal untuk mendapatkan banyak traksi.

Baru-baru ini, perusahaan menempatkan bisnis inti internet yang untuk dijual, menyusul tekanan dari investor untuk membuat perubahan signifikan bagi perusahaan.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya