JAKARTA - Kinerja keuangan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) terancam atas turunnya net profit margin.
Net profit margin SILO mengalami penurunan cukup signifikan. Di 2010, net profit margin rumah sakit ini tercatat 6,5 persen. Tapi di 2015, turun menjadi hanya 1,7 persen.
Kendati net profit margin SILO mengalami kenaikan menjadi sekira 3,2 persen di kuartal I-2016, tapi masih terlalu dini untuk membanggakan kenaikan ini. Demikian diungkapkan PT Daewoo Securities Indonesia dalam risetnya, Rabu (11/5/2016).
Dia menjelaskan, dari 21 rumah sakit yang dikelola Siloam, 13 di antaranya melayani BPJS Ketenagakerjaan. Permasalahannya, BPJS Ketenagakerjaan memberikan margin tipis dan payment period lebih lama ketimbang pasien non-BPJS.
[Baca juga: Siloam Raup Laba Bersih Rp40,51 M]
Selai itu, proses pencairan klaim Siloam kini lumayan sangat lama, yakni mencapai 30,6 hari pada 2015. Sementara di 2011, hanya 4,3 hari saja.
Sebelumnya, Siloam International Hospitals mencatatkan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp40,51 miliar di kuartal I-2016.
Laba ini tumbuh 17,35 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp34,52 miliar. Lebih rendah ketimbang pendapatan yang mengalami kenaikan sebesar 28,4 persen menjadi Rp1,25 triliun di kuartal I-2016 dari Rp976,38 miliar di kuartal I tahun sebelumnya.
(Widi Agustian)