"Jepang kan kehilangan kereta cepat, dia enggak mau kehilangan lagi (Pelabuhan Patimban)," tuturnya.
Selain Kementerian Maritim, lanjut Bambang, Kementerian Perhubungan juga ditugaskan untuk menghitung pinjaman Jepang dan mengurus mengenai persyaratan pembangunannya.
"Mereka (Jepang) nawarin 0,1 persen (bunga pinjaman). Tapi kontraktornya dari mereka. Jadi lagi dihitung dengan Kemenhub mengenai penawaran step loan ini," tandasnya.
(Raisa Adila)