JAKARTA - Daging wagyu asal Jepang memiliki rasa daging sapi yang luar biasa dan patut dicoba. Namun, untuk bisa merasakan kelezatan daging ini, Anda harus mengeluarkan cukup banyak uang hingga jutaan.
Seperti pengalaman Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ketika awal penjabat sebagai menteri, dirinya mencobai daging wagyu yang menurutnya luar biasa rasanya tapi menguras keuangannya juga hingga menghabiskan Rp11 juta untuk beberapa porsi dagingnya.
Nah, jika Anda ingin mengetahui kenapa daging wagyu, Jepang ini memiliki harga selangit, mari lihat penjelasan Deputi Bidang Pangan dan Pertanian Kemenko Bidang Perekonomian Musdalifah Machmud yang sempat mengunjungi Jepang untuk melihat bagaimana bentuk sapi wagyu sebenarnya.
Menurut Musdalifah, sapi wagyu bibitnya saja sudah mahal sekali. Tidak hanya itu tempat hidupnya harus nyaman dan minimal pakai AC.
"Saya pernah ke Jepang produksi sapi wagyu itu disana sapinya di urut dengan wine yang ditaruh diember kemudian di pijit-pijit sapinya yang sambil dengerin musik. Itulah mahalnya sapi ini," cerita Musdalifah kepada Okezone.
Musdalifah mengatakan, jika ditanya apa bedanya sebenarnya sama saja. Tapi, memang rasa dagingnya itu enak, empuk, gurih dan tidak salah bila dihargai per porsi Rp2,5 juta. Sebenarnya, saat ini di Lampung sapi wagyu sudah dikembangkan, namun pangsa pasar wagyu cukup segmented.
"Ya pasarnya enggak banyak. Saya saja pikir-pikir lagi kalau mau beli. Itu tertentu saja, selektif konsumen," tuturnya.
(Fakhri Rezy)