"Soal kapal ternak diberhentikan saja. Karena itu menggunakan subsidi dari negara, 1 ekor sapi disubsidi 500 ribu per ekor, suplai Jabodetabek, Jabar dan Jateng hanya 1 persen dari kebutuhan total," jelas Viva.
"Apakah mensubsidi 1 persen bisa menurunkan harga pasar. Tidak mungkin toh, makanya diberhentikan saja, karena itu uang negara," imbuhnya.
[Baca juga: Pelni Tambah 5 Kapal Ternak di 2017]
Pemerintah pun dituntut untuk mencari solusi alternatif untuk dapat menurunkan harga daging. Diantaranya adalah dengan melakukan diversifikasi daging dan memperbanyak sentra peternakan.
"Juga perlu melakukan diversifikasi daging, sementara ini hanya untuk memenuhi kebutuhan pemerintah fokus pada daging sapi. Kenapa tidak penganekaragaman dengan kerbau, kelinci. Kerbau relatif lebih murah, nilai protein lebih tinggi," tutupnya.
(Fakhri Rezy)