Semester I, OJK Terima 640 Laporan Investasi Bodong

Dedy Afrianto, Jurnalis
Selasa 21 Juni 2016 20:03 WIB
Ilustrasi : Okezone
Share :

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sepanjang tahun 2016, telah terdapat 640 laporan investasi bodong yang diterima dari masyarakat. Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman, sejak  2015 hingga saat ini, dari 640 laporan, kebanyakan perusahaan yang ditutup adalah perusahaan pada sektor perdagangan. Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk waspada dengan ancaman investasi bodong melalui berbagai macam celah.

"Kalau yang tahun lalu paling besar yang ditutup sektor perdagangan, negaranya agak bervariasi," kata Muliaman saat ditemui dalam acara buka puasa bersama dan penandatanganan nota kesepakatan dengan OJK terkait pencegahan investasi bodong di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Menurut Muliaman, saat ini kesadaran masyarakat telah mulai meningkat untuk melakukan pelaporan. Hal inilah yang mendorong OJK akhirnya memutuskan untuk meluncurkan website Satgas Waspada Investasi dengan alamat www.waspadainvestasi.ojk.go.id. Website ini dapat digunakan oleh masyarakat di berbagai daerah untuk melaporkan hal-hal yang mencurigakan terkait investasi.

[Baca juga: Awasi Investasi Bodong, OJK Miliki Tangan Kanan di Daerah]

"Pelaporan semakin meningkat dan itu terus kita monitor apa yang dilaporkan masyarakat ke OJK. Pada umumnya (masyarakat) bertanya dan (berdasarkan) pertanyaannya kita tambah lagi perusahaan dari yang belum terdaftar menjadi terdaftar (dalam investasi bodong)," imbuhnya.

Saat ini, telah terdapat ratusan kasus yang telah masuk ke dalam ranah hukum. Namun, OJK belum dapat menaksir berapa kerugian yang diderita akibat investasi bodong ini. OJK pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terkecoh dalam berinvestasi.

"Kadang melibatkan tokoh besar atau pensiunan juga yang malu untuk mengakui. Money game sangat banyak yang melakukan investasi dan bisnis emas. Sehingga kita perlu lebih tegas agar masyarakat tidak tertipu," tukasnya.

(Raisa Adila)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya