JAKARTA - Konsumsi yang kini menjadi andalan untuk menopang ekonomi Indonesia harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas dan investasi. Pasalnya, Indonesia tidak bisa terus bergantung pada impor.
Sekitar empat tahun lalu Indonesia masih bisa mengandalkan ekspor non-migas, komoditas. Namun seperti diketahui harga komoditas yang menjadi andalan Indonesia mengalami penurunan harga.
“Harga komoditi turun, sehingga kekuatan ekonomi kita agak labil. Tiga tahun belakangan ekonomi kita ditopang oleh konsumsi. Konsumsi tidak menambah lapangan kerja, tidak menciptakan produktivitas yang baik,” kata CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo saat memberikan pandangannya dalam acara Sosialisasi Tax Amnesty MNC Group, Senin (28/6)
Dia melanjutkan, konsumsi suatu saat akan melemah bila tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas industri atau investasi yang meningkat. Di sisi lain, investasi menjadi sulit di tengah kondisi ekonomi global penuh ketidakpastian. Sementara produktivitas saat ini tidak menunjukkan peningkatan.
Hal tersebut terlihat dari melemahnya nilai rupiah yang tak diikuti dengan peningkatan nilai ekspor non-migas. Padahal dengan melemahnya rupiah terhadap dolar AS, seharusnya produk ekspor Indonesia menjadi lebih murah dari sebelumnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)