JAKARTA - Asosiasi Eksportir-Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia (Aseibssindo) mengungkapkan secara umum konsumsi buah di hari raya Ramadan dan Lebaran kebanyakan masih di dominasi buah subtropis atau buah-buah yang tidak bisa di tanam di Indonesia alias impor.
"Kalau buah secara umum untuk hari raya, kebanyakan sekarang ini sifatnya kedaerahan. Secara umum jeruk, apel, anggur masih paling banyak di konsumsi. Kalau kita datang ini sementara apel Australia, Selandia," ujar Ketua Aseibsindo Khafid Sitoruddin kepada Okezone.
Khafid menambahkan, meski buah subtropis diminati, buah-buah lokal seperti pepaya, pisang juga banyak dikonsumsi atau relatif sama perbandingannya dengan buah subtropis.
Sementara itu, Khafid mengatakan di Lebaran kali ini tidak ada buah impor asal China khususnya apel. Menurutnya, keterlambatan pengurusan sertifikat produk agro (Certificate of Analysis/CoA) membuat buah asal Negeri Tirai Bambu tidak ada di Idul Fitri ini.
"Kalau apel China baru saja disetujui impornya. Karena CoA masing-masing negara baru diterapkan dan kebetulan untuk China lambat, sehingga semester pertama ini belum ada. Mungkin masuk di semester kedua," ujarnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)