Temasek Kaji Akuisisi Operator MRT Terbesar Singapura

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Selasa 19 Juli 2016 16:57 WIB
Ilustrasi MRT. (Foto: Reuters)
Share :

SINGAPURA - Perusahaan investasi milik negara, Temasek Holdings Pte, tengah mempertimbangkan tawaran pembelian SMRT Corp, operator kereta bawah tanah terbesar di negara tersebut. Temasek tengah menimbang tawaran untuk membeli semua saham SMRT.

Saat ini, Temasek memiliki saham 54 persen di SMRT, yang memiliki nilai pasar sekitar 2,4 miliar dolar Singapura atau sekira USD1,7 miliar. Hal ini seiring dengan kritik publik terhadap gangguan layanan MRT negara tersebut dalam empat tahun terakhir.

Selain itu, pada 15 Juli SMRT akan menjual rel, persinyalan dan aset senilai 991 miliar dolar Singapura kepada regulator transportasi nasional Singapura, dan memberikan perusahaan dana yang cukup untuk merekrut lebih banyak staf dan meningkatkan maintenance kereta.

"Pengelolaan sistem transportasi akan lebih sederhana. Ini akan membantu mengurangi tekanan atas pertanyaan para pemegang saham, sementara pemerintah nantinya akan menangani tekanan dari publik. Kerangka baru tersebut diumumkan minggu lalu dan akan berjalan beriringan," kata ekonom CIMB Private Banking, Song Seng Wun, seperti dilansir dari Bussiness Insider.

Namun, Potensi tawaran pembelian masih dibahas dan tidak ada kepastian bahwa akan ada kesepakatan terjadi. Akibatnya, saham SMRT pun dihentikan pada perdagangan akhir pekan lalu di angka 1,545 dolar Singapura, sebelum pengumuman penjualan aset. Otoritas bursa saham Singapura mengatakan, saham perusahaan akan terus dibekukan sampai ada pengumuman lebih lanjut. Saham SMRT, yang telah terdaftar di bursa Singapura sejak tahun 2000, telah meningkat 2,7 persen sejak awal tahun ini.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya