JAKARTA - Masyarakat Indonesia sudah terbukti banyak yang masih terjebak investasi bodong dan perusahaan skema piramida. Keuntungan yang tinggi dengan modal awal yang kecil salah satu penyebab utama.
Akan tetapi, Ketua Umum Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) Djoko Komara menyebutkan, pertumbuhan perekonomian yang rendah menjadi dalang utama bagi kebanyakan masyarakat Indonesia yang menjadi korban perusahaan investasi bodong.
"Karena mereka ingin cepat kaya dengan cara yang mudah," kata Djoko di Jakarta, Rabu (3/8/2016).
Djoko menyebutkan, sedari 1975 perusahaan investasi bodong dan perusahaan skema piramida pada penjualan langsung sudah memberikan kerugian kepada masyarakat, terbukti sampai 2015 total kerugiannya mencapai Rp126,507 triliun.
[Baca juga: Kerugian Investasi Bodong Capai Rp126,5 Triliun]