JAKARTA - Pasar apartemen dinilai tengah mendapat tekanan. Permintaan produk kelas menengah ke atas yang terbatas membuat produk yang diluncurkan didominasi kelas menengah dan menengah ke bawah.
Tidak semua proyek apartemen tersebut direspons dengan baik oleh pasar, sehingga dibutuhkan strategi yang baik untuk bisa berpengaruh terhadap penjualan. (Baca juga: Market Apartemen di Jakarta Alami Pergeseran)
Vice President Strategic Advisory Coldwell Banker Indonesia Dani Indra mengatakan, dari analisis korelasi yang dilakukan terdapat beberapa faktor yang memengaruhi penjualan.
Faktor tersebut, meliputi lokasi, produk, masterplan and future prospect, promosi, harga, cara pembayaran, fasilitas, dan reputasi pengembang.
"Setelah kami lakukan analisis korelasi melalui penilaian terhadap 10 proyek apartemen di kelas menengah ke bawah maka kami simpulkan ada lima besar faktor yang dianggap paling berpengaruh," ujar Dani saat Property Market Outlook Overview, Jakarta, Rabu (10/8/2016).
Dani menjelaskan, dari sisi cara pembayaran, cicilan tanpa uang muka, sistem 60x pembayaran bertahap, cicilan terjangkau masih jadi cara yang ampuh untuk mendongkrak penjualan. (Baca juga: Apartemen Menengah ke Atas Tak Laku, Pengembang Banting Setir)
Selain itu, dari sisi promosi penguatan awareness lewat media seperti TV dan online juga penting untuk dilakukan. Kemudian reputasi pengembang juga menjadi sangat berpengaruh terutama image serta track record.
"Price atau harga per unit yang diminati di kisaran Rp250 juta sampai Rp300 jutaan per unit dengan harga Rp10 juta sampai Rp14 juta per meter persegi," pungkasnya.
(Rizkie Fauzian)