Petani Masuk Daftar Pekerjaan Paling Berbahaya di Amerika

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Sabtu 13 Agustus 2016 05:08 WIB
Ilustrasi petani. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pengangguran masih menjadi salah satu pekerjaan yang belum diselesaikan hampir di semua negara. Meski demikian, ada beberapa pekerjaan yang sepi peminat dan cenderung dihindari di Amerika.

Baru-baru ini, situs pekerjaan dan karier informasi, CareerCast.com, merilis daftar pekerjaan yang paling berbahaya bagi para pekerja Amerika. Data ini dirilis menggunakan data dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Semua posisi ini menyajikan bahaya yang tinggi namun dengan upah yang relatif rendah.

Beberapa posisi di daftar CareerCast ini mungkin pekerjaan yang sudah Anda duga, seperti pemadam kebakaran yang pekerjaan memang sulit dan berbahaya. Menurut BLS, pekerja pemadam kebakaran memiliki tingkat cedera sebanyak 12,1 persen, karena menghirup asap, ancaman luka bakar dan penyakit lainnya.

Rata-rata gaji tahunan untuk petugas pemadam kebakaran adalah USD46.870 atau sekira Rp609,31 juta per tahun jika mengacu kurs Rp13.000 per USD. Demikian dilansir dari Forbes.

Namun, ada posisi yang mungkin tidak terlihat berbahaya tetapi dipilih oleh CareerCast menjadi pekerjaan yang paling berbahaya, yakni petani. Menurut CareerCast, bekerja dengan peralatan pertanian berat dan ternak membuat kecelakaan tidak terduga.

Pasalnya, sekira 167 pekerja pertanian melewatkan jam kerja mereka karena cedera atau sakit setiap harinya. Adapun pendapatan petani, rata-rata lebih dari USD64.000 atau Rp832 juta per tahun.

Selain itu, juga terdapat pekerja medis di daftar tersebut. Menurut CDC, para pekerja medis menangani lebih dari 20.000 kecelakaan kerja tahun ini. Tidak jarang, semua dilakukan di tempat kejadian. Adapun rata-rata gaji para pekerja medis, hanya di bawah USD32.000 atau Rp416 juta per tahun.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya