PANDEGLANG - Bupati Pandeglang, Provinsi Banten Irna Narulita menyatakan daerah itu harus menjadi "smart city" (kota pintar), meskipun tidak mudah untuk mewujudkannya.
"Memang tidak mudah mewujudkan Pandeglang sebagai kota pintar, tapi dengan kerja keras dan dukungan semua pihak saya yakin bisa terealisasi," katanya di Pandeglang, Minggu (4/9/2016).
Mewujudkan smart city, harus mampu memadukan antara perkembangan teknologi dengan sumber daya manusia (SDM) profesional dan tentunya dukungan penuh dari semua elemen, termasuk masyarakat. (Baca juga: Menpan Berharap Smart City Digunakan Semua Daerah)
"Memang itu tujuan kami. Walaupun sulit tapi kami akan berupaya terus untuk mewujudkannya, karena dengan konsep tersebut akan lebih tranparan dan cepat" katanya.
Bupati juga menyatakan belum lama ini telah menghadiri "Indonesia Smart City Forum" di Bandung, Provinsi Jawa Barat.
"Saat menghadiri forum itu saya menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding-MoU) dengan pemerintah Kota Bandung, yang telah melaksanakan program smart city.
Dengan adanya kerja sama tersebut akan ada sebuah transfer informasi dan ilmu pengtahuan dari Kota Bandung, terkait pembentukan smart city untuk diterapkan di Kabupaten Pandeglang.
Bupati juga berharap konsep smart city ini dapat segera diterapkan di Pandeglang karena dapat memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau mengantisipasi kejadian yang tak terduga.
"Itu bisa kami wujudkan dengan adanya taman pintar, e-planning, dan e budgeting agar lebih terarah, efesien dan terukur," ujarnya.
Kepala Dishubkominfo Pandeglang Yahya Gunawan menyatakan segera mempersiapkan program untuk mewujudkan Pandeglang sebagai smart city.
"Setelah kami mengikuti acara tersebut, dan melakukan kunjungan ke Bandung Comand Center ada beberapa hal yang kami adobe untuk dapat diterapkan di Pandeglang walaupun tidak mudah," katanya.
(Rizkie Fauzian)