JAKARTA - PT Cipta Kridatama (CK) anak perusahaan PT ABM Investama Tbk (ABMM) kembali mendapatkan proyek tambang baru tahun ini dengan memperoleh kontrak jasa pertambangan senilai Rp348 miliar dari PT Trisensa Mineral Utama (TMU) anak usaha PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA).
Direktur CK, Irfan Setiaputra dan Direktur TMU, Suaidi Marasabessy dan Elim Khiat menandatangani kontrak kerja yang berlaku hingga tahun 2019 pada 1 September 2016. Dalam tiga tahun ke depan, CK akan memberikan layanan jasa pengupasan lapisan tanah penutup batu bara serta penyewaan alat berat di tambang seluas 3.414 hektar yang terletak di Kecamatan Loa Janan, Kecamatan Muara Jawa dan Kecamatan Sanga-Sanga di Provinsi Kalimantan Timur.
Kontrak ini adalah kontrak ketiga kalinya dengan Toba Bara Group. Sebelumnya CK meraih kontrak dari PT Indomining dan PT Adimitra Baratama Nusantara.”Kontrak baru dengan TMU menjadikan CK sebagai kontraktor tunggal dari seluruh perusahaan tambang Toba Bara Group," ujar Irfan di Jakarta.
Sebagai informasi, tahun ini menjadi tahun terberat bagi penjualan ABM Investama karena harga tambang yang tidak berpihak. Maka menyikapi tersebut, perseroan akan melanjutkan program efisiensi di segala segmen.
Mengingat kondisi bisnis batu bara yang masih stagnan di tahun ini.Langkah efisien si yang dilakukan perseroan tersebut sudah dilakukan sejak 2014, dan diklaim terbukti memperkuat fundamental keuangan perseroan.
”Berkat program efisiensi yang kami lakukan, biaya operasional bisa ditekan dan beban perusahaan juga berkurang. Situasi bisnis saat ini mengharuskan kami untuk menciptakan keseimbangan biaya baru,"kata Direktur Utama ABMM, Andi Djajanegara.
Andi menyebutkan, salah satu langkah nyata dari upaya efisiensi yang dilakukan perseroan adalah melakukan perampingan supply chain. Pada akhirnya, banyak biaya yang dapat terus dipangkas.
Strategi efisiensi ini, akan sangat terasa dampaknya ketika harga batu bara mulai membaik. "Inilah standar baru yang dikembangkan ABM untuk menghadapi tantangan bisnis saat ini," tegas Andi.
(Martin Bagya Kertiyasa)