”Berkat program efisiensi yang kami lakukan, biaya operasional bisa ditekan dan beban perusahaan juga berkurang. Situasi bisnis saat ini mengharuskan kami untuk menciptakan keseimbangan biaya baru,"kata Direktur Utama ABMM, Andi Djajanegara.
Andi menyebutkan, salah satu langkah nyata dari upaya efisiensi yang dilakukan perseroan adalah melakukan perampingan supply chain. Pada akhirnya, banyak biaya yang dapat terus dipangkas.
Strategi efisiensi ini, akan sangat terasa dampaknya ketika harga batu bara mulai membaik. "Inilah standar baru yang dikembangkan ABM untuk menghadapi tantangan bisnis saat ini," tegas Andi.
(Martin Bagya Kertiyasa)