JAKARTA - Hari raya Idul Adha merupakan moment bagi seluruh umat muslim untuk berkurban untuk sesama. Filosofi dari ibadah kurban tersebut dipandang relevan dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini.
Anggota Dewan Syariah Nasional Rahmat Hidayat mengatakan, saat ini Indonesia tengah menghadapi berbagai permasalahan perekonomian yang sudah mengakar. Seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, perlambatan ekonomi dan korupsi.
"Pesan moral dari ibadah haji dan ibadah kurban jika dikaitkan dengan kondisi kebangsaan Indonesia saat ini sangat relevan," tuturnya saat menyampaikan khotbah di lapangan upacara Bank Indonesia (BI), Jakarta, Senin (12/9/2016).
Rahmat mengatakan, dengan penduduk Indonesia yang mayoritas beragam islam, otomatis rakyat miskin di Indonesia juga mayoritas merupakan masyarakat muslim. Oleh karena itu dirinya mengajak seluruh masyarakat muslim untuk melaksanakan kurban sebagai partisipasi dalam memerangi kemiskinan.
Rahmat yang juga Anggota Dewan Pengawas Syariah Allianz Life Syariah menjabarkan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2015 jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,59 juta orang atau 11,22 persen. Angka ini bertambah 860 ribu orang dibanding jumlah penduduk miskin di 2014 sebanyak 27,73 juta orang atau 10,96 persen.