"Kita memiliki kemampuan untuk menawarkan lebih banyak pilihan. Pilihan dalam lokasi, pilihan untuk jenis hotel, pilihan untuk jumlah yang ingin digunakan para konsumen," papar CEO Marriott International Arne Sorenson.
Marriott telah berkembang sebagai perusahaan "aset ringan" dengan hanya beberapa hotel milik sendiri. Starwood juga telah berupaya menjual propertinya sambil membuat kesepakatan manajemen jangka panjang untuk hotel-hotel yang sama tersebut.
Hingga 30 Juni lalu, Starwood masih memiliki 23 properti. Sorenson yakin ada pasar yang besar untuk terus menjual banyak hotel ikonik tersebut. (fir)
(Rani Hardjanti)