DEPOK - Pemerintah semakin serius untuk menjalankan program pembangunan tanggul laut raksasa National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau Giant Sea Wall. Kini program tersebut telah berada di tangan Kementerian Perencamaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas.
Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, bahwa program NCICD Giant Sea Wall sudah menjadi kebutuhan yang harus diselesaikan. Sebab Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia tengah terancam tenggelam karena permukaan tanah semakin menurun ditambah kenaikan volume air laut. (Baca juga: Bappenas Kaji Pembangunan Tanggul Laut Rampung Oktober)
"Kami masih kaji, yang pasti Jakarta berada dalam ancaman tenggelam. Giant Sea Wall itu sudah suatu kebutuhan, tinggal desainnya seperti apa," tuturnya di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Sabtu (2/10/2016).
Namun Bambang menegaskan, bahwa proyek pembangunan NCICD Giant Sea Wall berbeda dengan proyek-proyek reklamasi yang belakangan menjadi polemik. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika proyek tersebut diintegrasikan dengan proyek reklamasi di 17 pulau. (Baca juga: Bangun Tanggul Raksasa, Pemerintah Siapkan Tim Khusus)
"Pisahkan Giant Sea Wall dengan reklamasi. Kecuali itu nanti disatukan. Kita masih lihat opsi mana terbaik," pungkasnya.
(Rizkie Fauzian)