Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Intip Persiapan Pembangunan Giant Sea Wall di Teluk Jakarta dan Jawa Tengah

Rohman Wibowo , Jurnalis-Senin, 09 Februari 2026 |16:41 WIB
Intip Persiapan Pembangunan Giant Sea Wall di Teluk Jakarta dan Jawa Tengah
Intip Persiapan Pembangunan Giant Sea Wall di Teluk Jakarta dan Jawa Tengah (Foto: PU)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah melakukan penelitian untuk proyek Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa untuk sejumlah daerah di sepanjang Pantura. Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa Didit Herdiawan Ashaf mengatakan, beberapa titik terkait perkembangan proyek GSW di Jakarta dan Jawa Tengah perlu pendalaman kajian. 

"Pelaksanaan kegiatannya sebagai kegiatan awal dilakukan di daerah Teluk Jakarta dan wilayah Jawa Tengah. Yang contohnya misalkan di Semarang, di Pekalongan, dan di daerah-daerah Demak, Sayung, dan lain sebagainya itu menjadi prioritas yang memang betul-betul terdampak," ujar Didit yang sekaligus Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Pembangunan Giant Sea Wall 

Didit mengatakan, penelitian lanjutan GSW di kawasan Pantura demi memaksimalkan mitigasi risiko daerah yang berpotensi terdampak bencana alam khas daerah pesisir. Pendalaman kajian juga diperlukan untuk menganalisis dampak lingkungan dan memetakan urgensi GSW bagi kepentingan publik.

"Pendalaman tentang analisa mengenai dampak lingkungan dan urgensi-urgensi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat, dan ternyata kita sekarang ini hadapi hari ini, termasuk banjir rob, land subsidence, hilangnya pantai, dan lain sebagainya, itu bagian dari pelaksanaan kegiatan yang akan direncanakan untuk pembangunan," tuturnya. 

Bangun Giant Sea Wall Lindungi Pantura

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menitikberatkan pembangunan tanggul laut raksasa yang menyasar sejumlah daerah rentan bencana di Pulau Jawa perlu dilakukan. 

Sebab, dari penguatan Infrastruktur yang melindungi daerah rawan, pabrik-pabrik yang menjadi tumpuan hidup terus bisa beroperasi hingga sawah-sawah yang ada pun dapat diproteksi.

"Ini (proyek GSW) sebuah project yang sangat besar ya. Bicara melindungi Pantura Jawa dari Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Ratusan kilometer. Kami juga harus pastikan bukan hanya membangun infrastruktur fisiknya. Karena ini berkaitan dengan manusia, dengan masyarakat, dengan ekonomi yang ada di daerah," kata AHY.

Terkini, proyek pembangunan GSW di Jakarta ditargetkan groundbreaking (peletakan batu pertama) pada September 2026. Menurut kajian Kemenko IPK, tanggul laut raksasa itu membutuhkan anggaran Rp123 triliun.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement