Manfaatkan Peluang Ekonomi dari Batik

Koran SINDO, Jurnalis
Senin 03 Oktober 2016 11:53 WIB
Foto: Koran Sindo
Share :

YOGYAKARTA – Masyarakat diajak melestarikan dan mengembangkan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

Cara nya dengan mengoptimalkan peluang ekonomi dari batik itu sendiri, khususnya yang asli dari DIY. “Kami mengajak seluruh masyarakat DIY melestarikan dan mengembangkan batik sebagai warisan budaya Indonesia yang diakui dunia,” ujar Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY Gonang kemarin. Menurut Gonang, batik merupakan bentuk kreativitas anak bangsa yang berpotensi besar dalam mendukung perekonomian bangsa. Karena itu, masyarakat DIY juga berpeluang besar menikmati perekonomian dari produk-produk batik lokalnya.

“Pangsa pasar batik DIY cukup besar, jadi peluang yang ada harus kita optimalkan. Mari jadikan hari batik ini sebagai hari kebangkitan perekonomian masyarakat dari produk-produk batik DIY di kancah nasional dan internasional,” kata Gonang. Seperti diketahui, tanggal 2 Oktober telah disepakati sebagai Hari Batik Nasional. Hal menyusul ditetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO.

Peluang ini pun dibaca Miftahudin Nur Ihsan, pemuda Kota Yogyakarta dengan menciptakan jumputan batik motif virus. Motif ini adalah hasil inovasi beragam pakem motif batik tradisional yang sudah ada sejak lama. Pemilik Smart Batik Indonesia yang juga menyandang predikat Pemuda Pelopor Kota Yogyakarta bidang Sosial, Budaya, Pariwisata, dan Bela Negara 2016 itu mengombinasikan batik motif virus dengan jumputan sehingga menghasilkan batik jumputan motif virus yang belum pernah ada sebelumnya.

Ihsan mengaku tidak mudah melakukannya. “Saya harus berjuang berulang kali karena sifat batik dan jumputan yang bertolak belakang ketika diwarnai menggunakan warna naptol. Tapi setelah beberapa kali uji coba akhirnya berhasil,” kata alumni S1 Jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Yogyakarta itu, kemarin. Menurut Ihsan, motif virus sengaja diangkat dalam produknya karena di Indonesia dan bahkan di dunia belum pernah ada yang membuat.

Motif virus yang dibuat adalah motif virus influenza dan virus HIV. Melalui inovasinya ini, Ihsan sekaligus ingin mengedukasi bahaya virus bagi konsumennya. Ihsan mengakui motifnya sedikit ekstrem. Namun, dia tetap berharap yang dilakukannya bisa memberi manfaat. Pada Hari Batik Nasional, Ihsan berharap lebih banyak generasi muda aktif menjaga eksistensi batik sebagai warisan bu daya asli Indonesia.

“Saya juga berharap pengusaha-pengusaha batik khususnya yang muda, terus dibina dan difasilitasi agar bisa terus mengembangkan usahanya,” katanya. Ihsan belum lama bergelut di dunia batik. Pemuda asal Ketanggungan RT 57 RW 12, Kelurahan Wirobrajan, Yogyakarta, ini baru satu tahun fokus di dunia batik. Meskipun begitu, sudah banyak prestasi yang di raih.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya