Kelima strategi tersebut adalah to feel wellcome, to be understood, to feel wellcome, to feel comfortable, to feel unpreciate, to feel important , dan to be respected. To feel wellcome adalah perasaan pelanggan bahwa dia disambut dan diterima dengan baik. Untuk mendapatkan to feel wellcome pelanggan, pemasar harus menyambut hangat pelanggan dengan senyum, sapa, dan salam. Ditambah dengan bahasa tubuh yang santun. Kontak mata yang hangat dan bersahabat.
Berusaha untuk mengetahui nama pelanggan dan selalu menyebut nama tersebut dalam setiap interaksi. To be understood adalah persepsi pelanggan bahwa dia dimengerti dan dipahami. Pelanggan memiliki banyak kebutuhan dan masalah berkaitan dengan kehidupan pekerjaannya. Pemasar yang sukses adalah yang berhasil memahami apa masalah, kebutuhan, dan keinginan pelanggan secara tepat. Berdasarkan pemahaman akan pelanggan, pemasar dapat menawarkan produk yang dapat memecahkan masalah pelanggan dan memenuhi bahkan melampaui kebutuhan dan keinginannya.
Untuk mendapatkan persepsi to be understood , pemasar harus menjadi pendengar aktif, empati, atau mampu memahami apa yang dirasakan pelanggan, mengonfirmasi dan memvalidasi poin-poin yang sudah ditangkap dan memberikan umpan balik positif. To feel comfortable adalah rasa nyaman saat berinteraksi dengan pemasar. Rasa nyaman akan membuat mood pelanggan positif dan siap berbagi informasi serta menerima informasi secara produktif dan tidak kaku.
Untuk mendapatkan to feel comfortable pelanggan, pemasar menjaga jarak fisik pada zona pribadi (46 cm sampai dengan 1,2 meter), tidak mendesak pelanggan, membombardir dengan banyak pertanyaan atau informasi, dan berkomunikasi dengan hangat serta bersahabat. To feel unpreciate adalah perasaan pelanggan bahwa dia mendapatkan apresiasi dari pemasar. Pelanggan yang diakui sebagai sosok yang bernilai akan menganggap pemasar sebagai sahabat dan penggemarnya yang setia sehingga mudah menaruh kepercayaan pemasar.
Kunci memberikan apresiasi adalah mencari, mengakui, dan memuji hal-hal positif yang riil ada pada diri pelanggan. Bisa pada aspek penampilan fisiknya, pencapaian prestasi diri dan bisnisnya, rumahnya, prestasi putra-putrinya, kepribadiannya, kedudukannya dalam masyarakat, dan lain sebagainya. Kejelian pemasar menemukan sisi-sisi positif pelanggan adalah unsur seni berkomunikasi yang harus terus dipraktikkan dan diasah setiap waktu.