"Kalau harapannya UKM dapat mengembalikan dengan cepat tetapi kalau dengan harga yang kecil tetapi ternyata mereka tidak dapat mengembalikan, artinya tidak ada 'scrap money' atau perkiraan uang yang dapat digunakan untuk menutup ketidakkembalian tadi," katanya.
Dikatakan, dengan demikian "non performing loan" (NPL) atau kredit macet tidak dapat tertutup karena suku bunga sangat rendah.
Pada dasarnya, Bank Jateng harus memiliki keyakinan bahwa para peminjam dapat mengembalikan kreditnya secara tepat waktu.
"Dalam hal ini, Bank Jateng membutuhkan data yang cukup lengkap agar program tidak sia-sia. Kalau sudah diberi suku bunga rendah, tetapi efeknya tidak dikembalikan, maka akan cukup berat bagi Bank Jateng," katanya.
(Tuty Ocktaviany)