JAKARTA - Pemilihan Presiden (pilpres) di Amerika Serikat (AS) diperkirakan memiliki pengaruh terhadap pasar modal Indonesia. Pemenang dari pilpres AS akan juga akan menjadi sentimen untuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, pengaruh dari pilpres AS ke bursa global yang berujung ke pergerakan IHSG sebenarnya sudah cukup terasa pada saat masa kampanye berlangsung.
Seperti pada saat FBI melakukan penyelidikan terhadap surat elektronik (surel) atau e-mail Hillary Clinton. Di mana bursa global langsung terkoreksi, sebab pelaku pasar merasa khawatir jika Donald Trump diuntungkan dari pemeriksaan tersebut
"Setalah FBI umumkan akan periksa Hillary seluruh bursa global langsung terimbas. Tapi kita turun dikit, karena kita relatif kuat dari berbagai isu, jadi hanya shock pasar," tuturnya saat dihubungi Okezone, Senin (7/11/2016).
Menurut Hans, pelaku pasar modal di seluruh dunia lebih memihak kepada Hillary. Sebab jika melihat kampanye yang dilakukan oleh Trump, pelaku pasar khawatir akan banyak terjadi gesekan di dunia jika Trump memimpin AS.