JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah mampu berbagi beban mengenai pembiayaan dana BPJS Kesehatan.
Jokowi mengingatkan, paradigma kesehatan harus dilihat secara holistik dari hulu ke hilir. Oleh sebab itu, pembiayaan BPJS Kesehatan harus memberikan perhatian pada sektor hulu dengan upaya promotif dan preventif yang tujuannya masyarakat dapat memiliki budaya hidup sehat.
"Karena jaminan dan pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan rakyat Indonesia, maka hal ini harus jadi perhatian serius kita bersama," kata Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (9/11/2016).
Jokowi menyebutkan, anggaran sektor kesehatan harus dipastikan mengalami peningkatan yang signifikan, dan betul-betul anggaran tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kecil.
Menurut Jokowi, sampai 1 November 2016 jumlah peserta BPJS kesehatan telah mencapai 170.239.000 atau sekitar 67%. Sedangkan total pemanfaatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) tahun 2015, baik di puseksmas, poliklinik maupun rawat inap sudah mencapai 146 juta.