Kreasi membuat hiasan dari limbah kaca ini berawal setahun silam saat pihak rutan menghadirkan pengrajin kaca untuk melatih para penghuni rutan. Kegiatan yang awalnya hanya untuk mengisi waktu di dalam rutan berubah menjadi kerajinan tangan yang cantik.
Hiasan dari limbah kaca hasil buatan para penghuni rutan Tanjung Pura kerap dipamerkan di Medan dan Jakarta. Meskipun tidak diperjualbelikan, sejumlah hasil kerajinan limbah kaca telah dibeli warga dengan harga ratusan ribu Rupiah.
Salah seorang napi yang mahir membuat hiasan adalah Malik. Napi yang divonis enam tahun penjara ini sudah menghasilkan banyak hiasan dari limbah kaca. Bahan baku limbah kaca dia peroleh dari petugas rutan.
Satu buah hiasan limbah kaca dapat dia selesaikan dalam waktu tiga hari.
Dia mengaku berterima kasih telah diberikan keterampilan selama mendekam di rutan. Dan berharap dapat mengembangkan keterampilan mengolah limbah kaca ini saat dia bebas nanti.
(Fakhri Rezy)