JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memandang belum pulihnya ekonomi global masih akan menjadi tantangan bagi Indonesia. Apalagi lemahnya kondisi global berdampak pada pergerakan harga komoditas dunia.
"Prospek kondisi ekonomi global yang belum akan pulih dan berbagai risiko lain yang mengikutinya di harga komoditas dan pasar keuangan, masih akan menjadi tantangan bagi perekonomian kita ke depan," tutur Gubernur BI Agus Martowardojo dalam pertemuan tahunan BI di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (22/11/2016).
Dia menjelaskan, tantangan tersebut perlu dicarikan solusi yang lebih mendasar agar pengaruh kondisi global tersebut tidak berdampak signifikan ke ekonomi domestik.
"Kami memandang tantangan global menjadi semakin perlu dicermati dampaknya keperekonomian nasional, karena kita masih menghadapi berbagai tantangan jangka pendek dan tantangan struktural domestik yang belum terselesaikan dan berpotensi menghambat proses pemulihan ekonomi," tuturnya.
Di sisi lain, terdapat tantangan jangka pendek berasal dari pengaruh stimulus fiskal yang belum secara merata. Dia menilai hal ini dapat menarik peran swasta untuk berinvestasi, khususnya investasi non-bangunan. Sampai dengan triwulan III-2016, investasi non-bangunan masih rendah.
"Asesmen kami menunjukkan kondisi ini tidak terlepas dari pengaruh sektor swasta yang masih melakukan konsolidasi usaha yang ditempuh dengan melakukan efisiensi, baik dalam kegiatan produksi maupun dalam mengelola pinjaman," tukasnya.
(Raisa Adila)