Harga Lahan di Surabaya Barat Naik 15% per Tahun

Rizkie Fauzian, Jurnalis
Jum'at 09 Desember 2016 18:19 WIB
Ilustrasi (okezone)
Share :

SURABAYA - Harga tanah di beberapa tempat di Kota Pahlawan kini melejit. Kenaikan harga nilai jual objek pajak (NJOP) tersebut terkerek pembangunan apartemen yang mulai menyebar di berbagai kawasan di Kota Pahlawan.

Di Surabaya Barat misalnya, pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DIDL) mengaku harga lahan di Surabaya mengalami peningkatan setiap tahunnya. Diketahui, harga lahan dan hunian bisa naik hingga rata-rata 10 sampai 15 persen per tahun.

Direktur Marketing PT Intiland Grande Harto Laksono mengatakan, harga lahan di perumahan Graha Famili sudah mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta per meter persegi.

Sementara itu, untuk harga rumah tapak bisa mencapai Rp7 miliar dengan ukuran 400 meter persegi, dan Rp50 miliar hingga Rp60 miliar dengan luas 1.000 meter persegi.

"Dengan harga segitu, bisa bangun hotel bujet dengan 60 sampai 100 kamar. Harga rumah disini memang bisa disebut paling mahal diantara perumahan lain yang juga dengan pemandangan lapangan golf," jelasnya di Surabaya, Jumat (9/12/2016).

Harto menjelaskan, harga tersebut memang dikhususkan bagi kalangan menengah atas. Untuk menjangkau kalangan menengah, pihaknya membangun apartemen The Rosebay.

Harga yang ditawarkan mulai dari Rp2,5 miliar hingga Rp5 miliar per unit. Sementara apartemen dengan kelas di atasnya yakni Graha Golf, saat ini dibanderol dengan harga Rp4,3 miliar untuk luas 138 meter persegi, dan Rp11 miliar untuk luas 174 meter persegi.

"Targetnya kalau semua unit habis terjual hingga kuartal I-2017 bisa Rp650 miliar hingga Rp700 miliar. Saat ini baru Rp350 miliar, itu 60% dari total The Rosebay yang ada 177 unit," ujarnya. (fir)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya