Pembuatannya cukup sederhana yakni triplek dipotong sesuai ukuran/ kemudian potongan-potongan tersebut dirakit dengan lem. Setelah berbentuk gerbong kereta maupun lokomotif, kemudian ditempel dengan kertas yang ada gambarnya kereta dari hasil print out.
Tahapan paling sulit membuat detail struktur gerbong kereta maupun lokomotif. Sebab untuk membuat detail diperlukan ketelatenan agar hasilnya mirip dengan kereta aslinya,” tambahnya.
Agus membanderol mainan keretanya antara Rp60 ribu sampai dengan Rp80 ribu pergebong maupun lokomotifnya. Dengan memanfaatkan keberadaan ineternet, pemasaran penjualan miniatur kereta ini telah menembus beberapa wilayah di luar pulau Jawa, seperti Sumatra, Kalimantan dan Papua.
Dalam satu bulan, Agus mampu mengumpulkan uang dari hasil penjualan kereta sekira Rp8-10 juta, tergantung banyaknya pesanan. (dng)
(Rani Hardjanti)