“Pembuatan sejumlah hutan vertikal di kota akan mampu menciptakan jaringan koridor lingkungan yang akan memberi kehidupan pada taman-taman utama di kota, menciptakan ruang hijau dan taman, serta menghubungkan beragam ruang dengan pertumbuhan pepohonan yang spontan,” ungkap SBA.
Hutan vertikal ini merupakan inti dari konsep arsitektur yang akan menyegarkan kembali kehidupan perkotaan dan menggunakan dedaunan untuk menciptakan keteduhan suasana. Kehadiran hutan vertikal jelas akan meningkatkan keanekaragaman hayati. Tidak hanya itu, hutan vertikal menjadi simbol kembali dirambahnya kota oleh tanaman dan kehidupan binatang liar. Pepohonan menjadi elemen kunci dalam memahami proyek arsitektur dan sistem tanam ini. Pembangunan gedung semacam ini memerlukan waktu sekitar dua tahun dengan bekerja sama dengan sejumlah pakar botani.
Tanaman-tanaman yang digunakan dalam proyek ini akan tumbuh secara khusus untuk tujuan ini. Hutan vertikal juga menjadi ciri khas kota yang mampu menciptakan jenis baru keragaman pemandangan yang dapat berubah bentuk dalam setiap musim yang berbeda, tergantung jenis tanaman yang ada. Hutan vertikal juga akan menambah pemandangan yang dinamis untuk kota metropolitan di bawahnya.
(dhe)
(Rani Hardjanti)