Selamat Milad Masjid Istiqlal!

Koran SINDO, Jurnalis
Rabu 22 Februari 2017 11:32 WIB
Ilustrasi : Okezone
Share :

TANGGAL 22 Februari 2017 akan diselenggarakan Milad Istiqlal yang menandai peringatan peresmian masjid terbesar di Asia Tenggara.

Masjid Istiqlal adalah masjid kebangsaan, yang menjadi simbol nasional dan kebanggaan seluruh umat Islam dan rakyat Indonesia. Sejarah Masjid Istiqlal tidak bisa dipisahkan dari nama Presiden RI pertama, Soekarno. Karena, pemberian nama “Istiqlal” berasal dari Soekarno. Soekarno adalah seorang nasionalis yang selalu menempatkan agama Islam sebagai bagian penting dalam sejarah bangsanya.

Sejak era pergerakan di tahun 1920-an, Soekarno mencoba memajukan sebuah pandangan Islam yang modern, rasional, dan berpikiran maju. Islam bagi Soekarno bersifat dinamis untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan modern sebagai agama kemajuan. (Ridwan Lubis, 2008: 285). Pandangan Soekarno tentang Islam juga mempunyai titik temu dengan ilmu arsitektur yang dia pelajari selama kuliah di Bandung.

Soekarno adalah arsitektur lulusan Technische Hoogeschool (kini ITB) tahun 1926. Sebagai insinyur dan aktivis pergerakan nasionalis, Soekarno menjadikan arsitektur sebagai penyampai pesan politik perjuangan tentang bangsa baru yang maju dan bebas dari dominasi kolonialisme Belanda. Sebagai arsitek dan seorang muslim, Soekarno pernah merancang sebuah masjid besar yang akan menjadi pusat Islam di Jawa dan simbol Islam berhadapan dengan Barat dan agamanya.

Saat masih berkuliah di Bandung (1925), Soekarno juga pernah membuat desain sebuah masjid di Bandung yang akan direalisasikan pada tahun 1950 ketika Kementerian Agama mendukung sebuah komite untuk membangun masjid ini oleh Sekretariat Panitia Masjid Quatal Islam (Bernhard Dahm, 1987:217). Membangun masjid juga dilakukan oleh Soekarno sewaktu diasingkan oleh pemerintah kolonial di Bengkulu tahun 1939-1942.

Saat itu, Soekarno membuat desain renovasi Masjid Jamik Padang Tengah (Surau Gedang) yang dibangun pada pertengahan abad ke-18. Kebetulan masjid itu menjadi pusat kelompok Islam yang disebut Soekarno sebagai kaum fanatik kolot yang menjadi sasaran kritiknya sebagai seorang modernis. Soekarno akhirnya berhasil meyakinkan merenovasi masjid tersebut dengan desainnya.

Kemudian masjid dibangun secara gotongroyong dengan mengerahkan muridmurid Taman Siswa dan Muhammadiyah (Ali Chanafiah, 2004). Setelah pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda tahun 1949, gagasan untuk membangun masjid yang megah kembali muncul setelah mendiskusikan dengan beberapa tokoh Islam. Saat gagasan Masjid Istiqlal sedang digodok, ada dua peristiwa yang mendorongnya segera mewujudkan masjid megah bagi umat Islam tersebut.

Peristiwa pertama adalah kunjungan Presiden Soekarno pada tahun 1951 ke Sumatera Utara melihat kemegahan Masjid Maimun dan saat meninjau pembangunan Masjid Suhada di Yogyakarta. Arsitek Masjid Maimun adalah orang Belanda dan dibangun oleh Asosiasi Perusahaan Perkebunan asing di Sumatera Timur. Demikian juga Masjid Suhada dirancang oleh arsitek Indonesia Supono, namun konstruksinya dikerjakan oleh perusahaan Belanda.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya