Rampung 80%, Intip Megahnya Terowongan Bawah Tanah MRT Jakarta

Dedy Afrianto, Jurnalis
Kamis 23 Februari 2017 15:32 WIB
Foto: Biro Pers
Share :

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo didampingi oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Presiden Direktur MRT Jakarta William Sabandar hari ini meninjau proyek MRT di Stasiun Setiabudi.

Okezone dan beberapa awak media lainnya pun berkesempatan untuk meninjau proyek ini secara langsung. Bagaimana kemegahan proyek perdana di Indonesia ini?

Perlu diketahui, proyek ini nantinya akan dapat dimanfaatkan pada Maret 2019 mendatang. Jalur yang dapat dimanfaatkan segera oleh masyarakat pada tahun 2019 nantinya adalah pada fase 1, yaitu rute Bundaran HI-Lebak Bulus.

Dalam pembangunan fase 1 ini terdapat sekira 13 stasiun. Stasiun ini dibagi menjadi dua jalur, yaitu jalur layang dan jalur bawah tanah.

Stasiun yang melalui jalur bawah tanah yaitu stasiun Bundaran HI, Dukuh Atas, Setiabudi, Bendungan Hilir, Istora, dan Bundaran Senayan dengan panjang 5,9 km. Adapun stasiun yang akan melalui jalur layang adalah Sisingamangaraja, Blok M, Blok A, Haji Nawi, Cipete Raya, Fatmawati, hingga Lebak Bulus dengan panjang 9,8 km.

Pantauan Okezone, Kamis (23/2/2017), pada proyek fase pertama ini, telah diselesaikan pekerjaan pembuatan terowongan bawah tanah. Untuk menuju terowongan, perlu menuruni anak tanggal hingga 3 lantai di bawah permukaan tanah.

Menurut keterangan tertulis dari MRT Jakarta, di lokasi ini keempat bor yang digunakan untuk membangun terowongan telah bertemu, baik dari arah Patung Pemuda ke Setiabudi dan dari arah Bundaran HI ke Setiabudi. Keempat bor tersebut adalah Antareja, Antareja 2, Mustikabumi 1, dan Mustikabumi 2.

Bor Arttareja 1 dan 2 bekerja sejak September 2015 dari arah Patung Pemuda ke Setiabudi, sedangkan bor Mustikabumi 1 dart 2 dari arah Bundaran HI ke Setiabudi beroperasi sejak awal Maret 2016. Bor ini bekerja selama 24 jam, kecuali pada hari Minggu untuk perawatan.

Dengan kecepatan hampir 1 rotasi per menit, total panjang terowongan yang dikerjakan oleh bor-bor tersebut sekitar 1.400-2.600 meter, berdiameter setinggi 6,69 meter.

Stasiun Setiabudi sendiri berada persis setelah Stasiun Dukuh Atas. Namun, keistimewaan justru dimiliki oleh stasiun Dukuh Atas. Stasiun ini menjadi lokasi transit bagi MRT, LRT, Transjakarta, dan KAI Commuter Jabodetabek. Dengan begitu, transportasi publik yang terintegrasi akan sangat dirasakan pengguna.

Selain itu, kawasan Sudirman juga akan akan menjadi kawasan ramah pejalan kaki dan difabel karena akses menuju pintu masuk MRT Jakarta memungkinkan pedestrian dibuat lebih lebar dengan alternatif tangga, eskalator, dan elevator. Sama seperti Stasiun Dukuh Atas, keseluruhan 13 stasiun MRT dilengkapi dengan fasilitas publik komersial.

Untuk diketahui, pada fase pertama, panjang jalur Lebak Bulus-Bundaran HI adalah 16 kilometer dan akan melayani 173.400 penumpang setiap hari melalui 16 set kereta: 14 set kereta operasi dan 2 kereta cadangan. Total tempuh 30 menit dengan jarak antar kereta 5 menit sekali.

Fase kedua Bundaran HI-Ancol Timur sepanjang 13,5 kilometer rencananya akan mulai dibangun pada tahun 2019 dan dapat beroperasi pada tahun 2021. Adapun fase ketiga, Cikarang-Balaraja sepanjang 87 kilometer akan mulai dibangun pada tahun 2020. Diharapkan pembangunan di fase ini akan selesai pada tahun 2024-2027.

Dengan begitu, MRT yang mulai dibangun pada tahun 2013 ini akan membentang sepanjang kurang lebih 110 kilometer dari Utara Selatan dan Barat Timur.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan bahwa proyek ini ditargetkan akan rampung pada Maret 2019 mendatang. Masyarakat pun dapat memanfatkan moda transportasi ini setelah fase pertama selesai dibangun.

"Ini akan operasi insyaallah maret 2019," tuturnya saat meninjau proyek MRT.

Hanya saja, jalanan di sekitar Sudirman dan Thamrin dipastikan telah bersih sebelum 2018. Pasalnya, pada tahun 2018 Jakarta dan Palembang akan menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games.

"Tapi saat ASIAN gemas 2018 di atas sudah, semuanya sudah jadi dan sudah bersih. Kita berharap schedule itu kita ikuti agar selesai tepat pada waktunya," ungkap Jokowi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya