Menelusuri Unsur Keberhasilan dalam Bisnis

Koran SINDO, Jurnalis
Jum'at 03 Maret 2017 10:15 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

JAKARTA - Bisnis lahir dari sebuah gagasan, pemikiran dan yang terlebih penting tindakan. Itu yang membedakan para ahli teori dengan pelaku bisnis. Selain itu, diperlukan orang-orang yang mau dan mampu guna mewujudkan berbagai gagasan besar dari para pendiri dan perintis perusahaan. Mari kita telusuri faktor-faktor keberhasilan perusahaan baik dalam bentuk gagasan maupun dalam tindakan serta perjalanan perusahaan yang perlu mendapat perhatian:

a.Perencanaan Bisnis.

Perencanaan bisnis adalah peta perjalanan untuk mencapai tujuan. Dalam gagasan Anda telah terbayang tujuan atau destinasi yang dicita-citakan, dirindukan, dan diinginkan. Itulah visi. Jika Anda sebagai pendiri atau perintis perusahaan, perlu mengomunikasikan dengan jelas kepada jajaran personel kunci perusahaan.

Analisis SWOT yang benar dan netral akan mempertajam perencanaan bisnis kita dan membuat keseimbangan antara kekuatan dan kelemahan kita terhadap kekuatan dan kelemahan pesaing. Sekalipun kepentingan dan kegunaan perencanaan bisnis lebih pada perusahaan, tapi pihak lain selaku stakeholders juga berkepentingan.

b.Pendanaan bisnis.

Bisnis yang sukses pasti berkembang, penjualan dan keuntungan naik. Namun, itu hanya akan menjadi angan-angan jika tidak didukung dengan pendanaan yang cukup. Bisnis yang tidak menguntungkan apalagi telah berjalan bertahun- tahun harus berani melepas atau menghentikannya, sekalipun itu merupakan “anak emas” sang bos.

Para investor dan bank pemberi dana akan dengan senang hati mengucurkan dana dan pinjaman jika itu terbukti menghasilkan dan kembali dalam waktu yang ditentukan.

c.Branding, Marketing, and Image.

Branding dan marketing merupakan bagian penting dalam bisnis, bagaimana memengaruhi dan menarik simpati dan kesan yang baik dari masyarakat, pelanggan, dan konsumen. Memilih media komunikasi yang efektif sehingga pesan menjangkau target masyarakat yang diinginkan. Pesan yang disampaikan baik secara visual dan virtual mengena di hati calon pembeli, melengkapi pemikiran rasional mereka terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.

d.Penjualan.

Penjualan adalah realita dari sebuah bisnis. Usaha apa pun tanpa penjualan akan sia-sia. Sebaliknya, semua usaha terbukti benar dan efektif ketika penjualan terjadi dengan harga dan keuntungan yang memadai.

Berikut ini ada enam aspek penjualan:

1.Society. Masyarakat yang menjadi target menjadi calon pembeli.

2.Niche. Celah di mana kita dapat mendominasi dengan penjualan produk atau jasa kita.

3.Solution. Di mana produk dan jasa layanan kita memenuhi kebutuhan dan ikut menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh calon pembeli.

4.Strategy. Cara yang paling efektif dalam menjangkau calon pembeli langsung ataupun melalui jaringan dan saluran distribusi.

5. Compensation. Kompensasi yang efektif bagi para penjual dan pertanggungan jawab yang jelas atas tercapai atau tidaknya target yang ditetapkan secara individu maupun tim.

6.Systems.

Sistem yang terkait untuk menjangkau target, on-line maupun off-line, langsung maupun tidak langsung serta manajemen pemantauan dan pembukuan penjualan.

Masalah umum yang dihadapi secara internal adalah memperoleh tenaga penjual yang tepat, profesional dalam tugasnya. Sebagian besar petugas penjualan hanya pada tingkatan rata-rata tidak extra-ordinary.

e.Managing People and Process.

Mengatur manusia dan proses merupakan perpaduan yang harus bersinergi. Orang yang tepat, memiliki keahlian, dan pengalaman di samping dedikasi yang tinggi dipadu proses yang singkat dan lancar, tidak berbelit dengan bantuan teknologi yang relevan akan menghasilkan produktivitas tinggi. Manajemen harus memperlakukan secara fair.

Mereka yang berprestasi mendapat kompensasi yang layak dan mereka yang kurang bahkan tidak berprestasi harus dikeluarkan karena jika tidak akan membebani secara finansial dan psikologis bagi lingkungannya.

f.Operations and Accounting.

Pembukuan atau akunting harus mencerminkan pencatatan dari operasional secara akurat dan tepat waktu. Mulai perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan analisis merupakan rangkaian yang terintegrasi dan memberikan manfaat bagi operasional untuk melakukan perubahan dan penyesuaian tepat waktu tidak terlambat.

Laporan akunting diperlukan bukan hanya untuk kepentingan internal tapi juga pihak eksternal seperti bank pemberi pinjaman, investor, pemegang saham terlebih bagi perusahaan publik. Laporan mencakup laba rugi, aliran dana dan kas, serta aset yang dimiliki perusahaan.

g.Teknologi.

Teknologi sekarang ini meliputi segala bidang dari produksi, pemasaran, penjualan, dan komunikasi dengan pelanggan.

Akurasi, kapasitas, dan kecepatan menjadi acuan. Karena itu, perusahaan tidak lagi dapat menghindar dari keharusan untuk menyesuaikan diri dalam penerapan teknologi. Sebab jika tidak, akan ketinggalan dari para pesaingnya yang lebih agresif. Teknologi berdampak terhadap internal untuk mempercepat proses dan pelayanan serta meningkatka nproduktivitas dan terhadap eksternal untuk meningkatkan komunikasi dan servis.

h.Community development and involvement.

Perusahaan tidak lagi bersikap eksklusif, tapi inklusif dengan mengikutsertakan komunitas, di mana perusahaan berlokasi, terutama fasilitas manufacturing yang termasuk dalam program CSR. Selain berupa manfaat langsung seperti pembangunan infrastruktur, kebutuhan dasar masyarakat juga dalam kepedulian terhadap pendidikan generasi muda untuk sebagian dari mereka dipekerjakan di perusahaan.

DR. ELIEZER H. HARDJO PH.D., CM

Ketua Dewan Juri Rekor Bisnis (ReBi) & The Institute of Certified Professional Managers (ICPM)

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya