JAKARTA - Pemerintah yang diketuai oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution beberapa lalu telah melakukan kunjungan kerja ke Iran. Kunjungan kerja ini adalah lanjutan dari kunjungan yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, terdapat beberapa sektor kerjasama yang dihasilkan. Salah satunya adalah pengelolaan dua ladang minyak dan impor LPG.
"LPG kita inginnya mungkin 10% dari dari kebutuhan kita, terbuka kesempatannya. (Kebutuhannya) 10% dari impor," tuturnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/3/2017).
Sebelumnya, Indonesia telah teken kontrak suplai LPG untuk 2017 dengan Iran sebesar 500 ribu metric ton. Pemerintah pun belum berencana untuk menambah jumlah impor. Termasuk impor minyak mentah yang saat ini akan masuk ke tahap penilaian kualitas hasil olahan di Kilang Cilacap.
Namun, pemerintah tidak melakukan impor LNG dari Iran. Pasalnya, negara tersebut tidak memiliki suplai LNG untuk dimanfaatkan Indonesia. Dengan begitu, pemerintah hanya akan melakukan impor LPG dari Iran.
"(Tapi kalau untuk harga impor LPG) Saya enggak hafal, karena sudah selesai dua bulan yang lalu, ya pokoknya yang LPG itu enggak banyak pembicaraannya," tutupnya.
(Fakhri Rezy)