JAKARTA - Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve, diperkirakan akan menaikkan tingkat suku bunga mereka bulan ini. Kenaikan ini, akan menjadi yang pertama kalinya tahun ini.
Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Muliaman Hadad mengatakan telah memprediksi the Fed akan kembali menaikkan suka bunganya pada Maret 2017 ini dari angka 0,25%.
Menurutnya, kenaikan suka bunganya The Fed akan mempengaruhi suku bunga perbankan. Namun, saat ini dia belum bisa menentukan seberapa besar pengaruhnya terhadap perbankan Indonesia.
"Masih terus kita lihat ya, di tengah-tengah situasi yang sebetulnya pada hari ini level likuiditas itu mengalami perbaikan, jadi kita masih melihat mudah-mudahan dampaknya tidak akan signifikan," ungkapnya saat menjadi pembicara di acara Mandiri Management Investasi di Hotel Westin, Jakarta, Selasa (7/3/2017).
Muliaman melihat, meski pun hal ini mempengaruhi perbankan, namun pihaknya sudah mengantisipasi hal itu sejak lama. Dengan demikian pengaruhnya tidak akan banyak berdampak bagi sektor keuangan.
"Kita sudah antisipasi, itu karena perkiraan banyak pihak juga mengatakan bahwa malah mungkin lebih cepat dari apa yang kita perkirakan. Saya kira ini penting untuk terus kita ikuti ya, oleh karena itu saya melihat bahwa ini perlu dimonitor secara dekat ya," tukasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)