MUARADUA - Harga sejumlah ikan asin di beberapa pasar tradisional di Kota Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, sepekan terakhir mulai melambung tinggi. Bahkan, di antaranya setara dengan daging.
Pantauan di lapangan, harga ikan Teri Asin misalnya dari harga sebelumnya Rp 30.000 kini melonjak naik menjadi Rp 60.000 per kilogram. Begitu juga dengan ikan asin jenis Peda mulai melonjak tinggi, dijual pedagang Rp8.000 per ekornya.
Sedangkan per kilogram kini dihargai Rp 90.000. Sementara, untuk harga jual ikan asin jenis Salai Baung Rp20.000 per ekornya atau sudah mencapai Rp120.000 hingga 130.000 per kilogramnya. Untuk salai Lele Rp 5.000 per ekor atau Rp70.000 per kilogramnya.
Anto, 50, salah seorang pedagang mengatakan, tingginya harga ikan asin di pasaran dipicu sulitnya pedagang mendapatkan pasokan dalam sepekan terakhir. Sehingga berdampak, kian melambungnya harga jual di tingkat pedagang.
Dia mengungkapkan, saat ini pasokan ikan asin di pedagang menurun 40 %. Pasalnya dalam keadaan normal, agen berasal dari luar daerah memasok ikan teri dan ikan kering kepada seluruh pedagang rata-rata 100 hingga 200 kilogram setiap pekannya. Menurutnya, kenaikan harga ikan asin sendiri telah terjadi sepekan terakhir. Untuk ikan asin kualitas biasa misalnya naik Rp20.000. Sedangkan, untuk ikan kualitas tinggi Rp30.000-40.000 per kilogram.
Imah, pedagang lainnya mengaku, kenaikan ikan asin tersebut setidaknya mengakibatkan angka penjualan mereka menurun. Lantaran mayoritas pembeli mengurangi kuota pembelian mereka.
“Kalau harga agen memang tinggi. Kita terpaksa menaikkan harga dan dampaknya permintaan dari masyarakat mulai turun. Mereka juga mengurangi pembelian. Kalau misalnya 2 kilo gram, paling hanya memberi sebanyak1 kilogram saja,” ungkap Imah.
Imah mengatakan, kondisi berbeda dengan harga daging dan tulang sapi cenderung stabil dimana, kini mereka jual sehargaRp120.000 dan tulang Rp 70.000 per kilogramnya. Sedangkan, untuk harga ayam potong Rp 35.000 per kilogramnya.
(Rizkie Fauzian)