"(Untuk asing) dibuka harus, tetap. Tapi harus melibatkan konsultan lokal. Terutama yang memahami. Karena ini kan menyangkut kearifan lokal. Dua-duanya dibutuhkanlah. Konsultan lokal dibutuhkan, konsultan (asing) juga. Kalau dari sisi TOR itu tidak memisahkan lokal dengan asing yang paling penting adalah juga sangat memahami masalah kearifan lokal," jelasnya.
Rencananya, dana dari Bank Dunia ini akan dikucurkan pada pertengahan tahun ini. Pemerintah pun nantinya akan melakukan tender bagi pihak swasta untuk memanfaatkan anggaran ini.
"Makanya saya bilang ada 2 proses yang paralel yang pertama master plan yang kedua pinjaman. Tapi pinjaman bisa jalan juga sama. Pinjaman sih diharapkan tanda tangan di Juni tahun ini, dan bisa cair juga di Juli 2017," jelasnya.
Hanya saja, master plan pembangunan infrastruktur dipastikan telah rampung. Pemerintah pun saat ini tengah melakukan persiapan untuk membentuk master plan pada sektor pariwisata.
"Kan kalau dari pinjaman itu untuk infrastruktur. Master Plan infrastruktur itu kan sudah jadi dari tahun lalu. Itu kan dibuat oleh PUPera. Yang lagi dibikin kan master plan pariwisata," tutupnya.
(Rizkie Fauzian)