JAKARTA – Siapa sangka dari bisnis sederhana di sekitar kita, namun dapat meraup omzet yang menggiurkan setiap bulannya.
Kuncinya adalah kejelian dalam melihat potensi bisnis, disertai keuletan dan ketekunan dari para pengusaha dalam mengelola bisnis. Tidak lupa selalu mengembangkan inovasi dalam berbisnis.
Pada artikel ini, terdapat 5 pengusaha yang mampu menyulap hal – hal sederhana menjadi barang dagangan yang bernilai jual tinggi.
Berikut ini, rangkuman Inspirasi Usaha Okezone dalam sepekan yang patut Anda simak.
1. Bisnis Batok Kelapa Rambah Pasar Eropa dan Jepang
Batok kelapa yang kurang berharga mampu disulap menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi oleh pengrajin batok I Gede Suriawan. Bahkan, kerajinan batok kelapa kini mampu merambah pasar Eropa dan Asia, tidak hanya dipasarkan di pasaran lokal.
Berbagai komoditas seni mampu dihasilkan melalui batok kelapa, mulai dari asbak, sendok serta kerajinan seni lainnya yang belakangan banyak peminatnya. Bahkan produk ini laris di pasaran Jepang karena terbuat dari bahan alami terutama perabotan rumah tangga.
“Di tengah majunya industri kerajinan ini, peran pengrajin belakangan mengakui kesulitan dalam hal bahan baku batok kelapa,” ujarnya.
Selain mengkreasi desain sendiri, diakui para konsumen biasanya juga membawa desain tersendiri terutama pesanan dari luar negeri. Harganya pun sangat terjangkau mulai dari kisaran Rp9 ribu hingga Rp100 ribu tergantung tingkat kesulitan pengerjaannya
Klik: Bisnis Batok Kelapa Rambah Pasar Eropa dan Jepang
2. Pedasnya Sate Padang Sukses Raup Omzet Rp16 Juta/Hari
Sate Padang Ajo Ramon yang berdiri di Pasar Santa ini konsisten berjualan dengan bumbu yang sama selama 37 tahun berdiri. Hasilnya, mereka mampu menghasilkan omzet hampir Rp500 juta per bulan.
Bahkan, tidak hanya masyarakat lokal yang menikmati sate Padang ini, cukup banyak wisatawan asing yang mampir untuk mencicipi pedasnya sate Padang yang ditawarkan oleh Ajo Ramon.
Lantas apa rahasia dari kesuksesan Sate Padang Ajo Ramon ini? Beda dari biasanya, pelanggan bisa memilih sate yang tersedia di sini dari mulai lidah, daging, usus dan jantung. Sate tersebut, kemudian disiram dengan kuah sate yang diramu dari 35 bahan rempah.
Racikan ini sukses membuat lidah bergoyang, pasalnya setiap hari Ajo Ramon mampu menjual 8 ribu tusuk sate dengan omzet Rp16 juta per hari dan memiliki 7 cabang dengan puluhan pekerja.
"Rasanya beda dengan sate Padang yang lainnya, gurih dan bumbunya enggak bohong," tutur salah satu pelanggan sate Ajo.
INSPIRASI BISNIS: Pedasnya Sate Padang Sukses Raup Omzet Rp16 Juta/Hari
3. Kantongi Pundi Rupiah dari Usaha Kain Batik Api
Bantul Yogyakarta seorang pemuda berkreasi dengan membuat batik unik yang dalam proses pengerjaannya menggunakan nyala api. Lugiyantoro, pria berusia 28 tahun warga Bantul, Yogyakarta ini berkreasi dan membuat inovasi baru dalam pembuatan kain batik.
Jika biasanya pengrajin batik mengerjakan pembuatan kain batik dengan menggunakan canting untuk mengoleskan lilin atau malam cair pada kain. Namun pria ini menggunakan api dalam proses pewarnaan pada batik buatannya.
Bahan yang digunakan untuk membatik juga berbeda dengan batik pada umumnya yang menggunakan malam atau lilin, yakni menggunakan adonan tepung dan formalin yang ditambahkan sedikit air Lugiyantoro menjual t-shirt batik api dan kain batik api berukuran 1,2 meter dengan harga antara Rp200 ribu hingga Rp500 ribu lebih tinggi di atas harga kain batik tulis biasa.
INSPIRASI BISNIS: Kantongi Pundi Rupiah dari Usaha Kain Batik Api