4. PNS Ini Dapat Jutaan Rupiah dari Ternak Tikus Putih
Mungkin sebagian orang menganggap tikus adalah hewan kotor, menjijikkan dan juga dianggap hama. Namun siapa sangka dibalik itu semua ternyata tikus-tikus ini dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Khususnya bagi peternak tikus putih atau mencit. Biasanya tikus ini kerap menjadi pakan reptil, burung pemangsa daging dan juga objek penelitian.
Memanfaatkan ruang tak terpakai di kediamannya, Pardiansyah kini memiliki ratusan tikus putih. Dari budidaya inilah ia bisa mendapatkan uang tambahan minimal Rp3 juta di luar pendapatan gaji bulanan sebagai staf di instansi pemerintah kota Palembang.
Untuk harga satu ekor tikus putih kecil dijual mulai Rp7 ribu hingga Rp10 ribu dan untuk tikus putih indukan dibanderol Rp50 ribu.
“Awalnya saya kan memelihara ular lalu kesulitan cari pakan jadi kita coba-coba ternak dan ternyata enggak susah makan dan memeliharanya dan bisa dijual lagi,” kata Pardiansyah.
INSPIRASI BISNIS : PNS Ini Dapat Jutaan Rupiah dari Ternak Tikus Putih
5. Omzet Olahan Ikan Nila Ibu PKK Rp120 Juta per Bulan
Ikan menjadi komoditas yang melimpah di kawasan Kalungharjo. Produk makanan ringan UKM Nila Murni dijual di toko milik desa, obyek wisata Umbul Ponggok, dan penjualan on line. Rata-rata sebulan mampu meraup omzet Rp100 juta-Rp120 juta. Pendapatan tersebut belum dipotong biaya produksi dan permodalan kelompok.
Uniknya, seluruh bagian ikan bisa dimanfaatkan tanpa ada yang terbuang. Olahan ikan berupa makanan ringan merupakan ide kreatif anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Ponggok, Ratnasari Irawati Sugiyarto,36, mengatakan, usaha olahan ikan nila dimulai sekitar dua tahun lalu. Mulanya Ratna mewajibkan setiap RW untuk membuat olahan pangan berbahan dasar ikan nila.
”Setiap bulan saya keliling ke PKK di RW. Nah tiap saya datang saya selalu minta anggota PKK untuk memunculkan hasil olahan ikan nila, apapun itu. Akhirnya ada yang bikin nugget, bakso, otak-otak, dan lainnya,” cerita Ratnasari.
Dalam sehari, PKK Desa Ponggok mampu menghabiskan 25 kg ikan nila untuk diolah menjadi berbagai makanan ringan. Daging ikan digunakan untuk nugget, bakso, otakotak, keripik, abon, cipiran, dan pangsit. Sedangkan kulitnya diolah menjadi kerupuk rambak dan duri ikan menjadi stik.
INSPIRASI BISNIS: Omzet Olahan Ikan Nila Ibu PKK Rp120 Juta per Bulan
(Rani Hardjanti)