INSPIRASI BISNIS: Omzet Olahan Ikan Nila Ibu PKK Rp120 Juta per Bulan

Koran SINDO, Jurnalis
Minggu 12 Maret 2017 12:44 WIB
Foto: Dokumen Kominfo
Share :

KLATEN – Wilayah Kecamatan Karanganom, Tulung, dan Polanharjo merupakan kawasan minapolitan yang dikenal dengan nama Kalungharjo.

Karena itu, ikan menjadi komoditas yang melimpah di kawasan Kalungharjo. Produk makanan ringan UKM Nila Murni dijual di toko milik desa, obyek wisata Umbul Ponggok, dan penjualan on line. Rata-rata sebulan mampu meraup omzet Rp100 juta-Rp120 juta. Pendapatan tersebut belum dipotong biaya produksi dan permodalan kelompok.

Sayangnya tidak semua bagian ikan bisa dimanfaatkan, seperti duri dan kulit. Sehingga duri dan kulit ikan dibuang begitu saja karena yang diambil hanya bagian daging. Namun kini seluruh bagian ikan bisa dimanfaatkan tanpa ada yang terbuang. Olahan ikan berupa makanan ringan merupakan ide kreatif anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Ponggok, Ratnasari Irawati Sugiyarto,36, mengatakan, usaha olahan ikan nila dimulai sekitar dua tahun lalu. Mulanya Ratna mewajibkan setiap RW untuk membuat olahan pangan berbahan dasar ikan nila.

”Setiap bulan saya keliling ke PKK di RW. Nah tiap saya datang saya selalu minta anggota PKK untuk memunculkan hasil olahan ikan nila, apapun itu. Akhirnya ada yang bikin nugget, bakso, otak-otak, dan lainnya,” cerita Ratnasari.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya