Dari enam RW di Desa Ponggok, terbentuk lima kelompok PKK dengan anggota sekitar 6-14 orang per kelompok. Ratna mengatakan, untuk mendorong kreasi anggota PKK pihaknya sempat menyelenggarakan lomba olahan ikan antar kelompok PKK.
Hasil olahan ikan nila buatan anggota PKK dianggap memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi Usaha Kecil Menengah (UKM). Terlebih lagi, Umbul Ponggok menjadi destinasi wisata air favorit dengan pengunjung 1.000-2.000 orang per hari. Kondisi tersebut menjadi peluang usaha potensial bagi pengembangan UKM olahan ikan nila. Hasilnya kini UKM Nila Murni rutin memasok makanan ringan ikan nila ke umbul Ponggok.
Dalam sehari, PKK Desa Ponggok mampu menghabiskan 25 kg ikan nila untuk diolah menjadi berbagai makanan ringan. Daging ikan digunakan untuk nugget, bakso, otakotak, keripik, abon, cipiran, dan pangsit. Sedangkan kulitnya diolah menjadi kerupuk rambak dan duri ikan menjadi stik.
”Duri ikan dipresto dulu sampai lunak baru kemudian di lembutkan dan dicampur bahan lain seperti tepung dan bumbu. ,” jelas alumni Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu. (kmj)
(Rani Hardjanti)