Anggota Komisi C DPRD Jateng Wahyudin Noor Aly melihat fenomena tersebut sangat tidak proporsional. Dia khawatir masyarakat gagal paham bahwa berkebun atau bertani memang tidak menjanjikan apa pun, kecuali merugi.
“Fungsi penting yang tidak boleh diabaikan, pemerintah gagal memberi contoh bahwa berkebun betapa pun lahannya luas tidak menjadi pilihan bagi masyarakat,” ungkap dia.
Mereka melihat Pemprov Jateng yang mengelola kebun seluas ratusan hektare hasilnya minus.
“Karena itu, tolonglah, beri contoh masyarakat dengan keberhasilan memberdayakan kebun-kebun ini dengan hasil yang bagus,” ujar legislator PAN itu. (kmj)
(Rani Hardjanti)