Kontribusi ini dari penjualan lahan kavling di Kendal dan apartemen cukup mempengaruhi pencapaian marjin laba kotor keseluruhan untuk real estate and property turun menjadi 76% pada tahun 2016, dibandingkan dengan 82% pada tahun 2015.
Sementara marjin laba kotor untuk pilar infrastruktur dan leisure hospitality masing‐masing tetap pada kisaran 21% dan 41% pada tahun 2016. Sedangkan untuk tahun 2015 marjin laba kotor yakni 21% dan 42%. Selain itu, KIJA membukukan pendapatan Rp2.931 miliar pada tahun 2016. Nilai ini menurun 7% dibandingkan dengan 2015.
Pada pilar real estate and property mengalami penurunan penjualan sebesar 6% menjadi Rp1.101 miliar pada tahun 2016. Hal ini disebabkan menurunnya kontribusi penjualan lahan industri dan bangunan pabrik standar (standard factory buildings) dan rumah toko, meskipun terjadi peningkatan kontribusi penjualan kavling, perumahan dan dan apartemen.
Pendapatan dari pilar infrastruktur menurun 8% menjadi Rp1.723 miliar sebagai akibat dari penurunan kontribusi penjualan listrik, yang disebabkan adanya kebocoran di salah satu boiler mesin pembangkit listrik. Sementara itu Pendapatan dari jasa infrastruktur lainnya (penyediaan air, pengolahan air limbah dan manajemen estat) dan dry port masing‐masing meningkat 5% dan 26% selama tahun 2016.
Selanjutnya, pendapatan pilar leisure and hospitality membukukan kenaikan 2% pendapatan menjadi Rp106,5 miliar pada tahun 2016. Pendapatan berulang (recurring revenue) dari pilar infrastruktur ini menyumbang 59% terhadap total pendapatan konsolidasi pada tahun 2016, tidak berubah secara%tase dibandingkan dengan 2015.
(Martin Bagya Kertiyasa)