Selain besaran dividen, Yanuar mengatakan bahwa kinerja perseroan masih cukup apik. Ditopang luas lahan perkebunan kelapa sawit. Dengan luasnya lahan, produksi AALI di atas rata-rata emiten CPO emiten lainnya.
Terlebih sepanjang 2016 harga jual rata-rata CPO Perseroan mengalami kenaikan sebesar 11,4% dari Rp6.971 per kilogram pada tahun 2015 menjadi Rp7.768 per kilogram. "Di sektor perkebunan kelapa sawit ini AALI paling besar baik dari segi market capital maupun kondisi fundamental perusahaan cukup bagus," jelas Yanuar.
Perusahaan publik yang bergerak dalam bidang perkebunan tersebut juga mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2016.
Pendapatan bersih perseroan naik sebesar 8,1% dari Rp13,06 triliun tahun 2015 menjadi Rp14,12 triliun 2016. Perseroan juga mencatat penurunan atas biaya operasional dan keuntungan dari selisih kurs akibat apresiasi Rupiah terhadap dolar AS. Sehingga, laba bersih perseroan 2016 naik secara signifikan sebesar 224% dari Rp619,1 miliar menjadi Rp2,01 triliun pada 2016.
(Martin Bagya Kertiyasa)