nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Astra Agro Tebar Dividen Rp648 Miliar

Selasa 16 April 2019 11:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 16 278 2044084 astra-agro-tebar-dividen-rp648-miliar-5GT3uZsh8w.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 45% dari laba bersih 2018 atau setara Rp648 miliar.

Kata Direktur Utama Astra Agro Lestari, Santosa, RUPST telah menyetujui 45% dari laba bersih, atau Rp336 per saham dibagikan sebagai dividen tunai yang diperhitungkan dengan dividen interim sebesar Rp112 per lembar yang telah dibagikan pada 19 Oktober 2018.”Sisa laba bersih dibukukan sebagai laba ditahan perseroan,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga: Pendapatan Astra Agro Tumbuh 10,28% Jadi Rp19,08 Triliun

Selain itu, RUPST juga menetapkan jajaran komisaris dan direksi AALI. Santosa menambahkan, perseroan akan terus berkomitmen fokus pada kemitraan dengan petani kelapa sawit di sekitar area perkebunan yang dikelola. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal senilai Rp1,5 triliun. Jumlah tersebut lebih sedikit dari alokasi belanja modal tahun 2018 yang sebesar Rp1,7 triliun. Hal ini disebabkan karena perseroan tidak terlalu ekspansif dalam pengembangan bisnis.

Disebutkan, dari alokasi dana belanja modal tersebut, sekitar 40% akan digunakan untuk perawatan pohon kelapa sawit yang belum menghasilkan. Selain itu, belanja modal juga akan dipakai untuk meningkatkan kapasitas pabrik yang ada berada di Kalimantan. Selain itu, belanja modal ini juga akan digunakan untuk perawatan jalan kebun, jembatan, rumah karyawan, poliklinik, dan gedung sekolah di sekitar area kebun milik perusahaan.

ihsg

Analis Panin Sekuritas William Hartanto pernah bilang, kinerja AALI bakal cemerlang di 2019. "Emiten fokus mengembangkan pabrik baru agar memberikan performance maksimal. Orientasinya jangka panjang, tapi hasilnya tidak akan mengecewakan. Selain itu, dampak pembatasan ekspor, tidak terlalu berefek karena dari dalam negeri ada B20 untuk menyerap produksi dalam negeri," ujarnya.

Sementara analis NH Korindo, Joni Wintarja juga menambahkan, kinerja AALI sangat bergantung pada harga jual CPO. "Jadi tidak ada yang perlu dilakukan AALI. Kinerjanya sudah bagus. Tinggal tunggu harga CPO naik. Tahun 2019, ada kenaikan pada harga CPO dan semoga bisa terus naik sehingga kinerja emiten sawit seperti AALI bisa bagus," jelas dia.

Pada 2018, produksi minyak sawit ditopang oleh kenaikan produksi tandan buah segar (TBS) dari kebun-kebun inti sebesar 4,42 juta ton atau meningkat sebesar 12,1% dibandingkan 2017. Total volume transaksi pembelian TBS baik plasma atau KKPA maupun pihak ketiga meningkat 29,5% menjadi 5,15 juta ton pada 2018.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini