Gambaran Kartini dulu dan sekarang tentu berbeda, 'Kartini' atau perempuan yang berjuang saat ini bukan lagi memperjuangkan haknya menggapai mimpi. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjadi 'Kartini' masa kini. Misal, pergi ke perbatasan lalu membangun pendidikan anak-anak di sana.
Di mata Parwati, Kartini masa kini harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Tak hanya itu, setaranya derajat kaum perempuan dan laki-laki saat ini bisa bisa membuat perempuan berani tampil.
"Kartini masa kini selain harus lebih percaya diri, berani tampil dan berambisi, harus lah selalu mengoptimalkan semua talenta dan kemampuan yang di anugerah kan untuk melakukan yang terbaik untuk Bangsa & Negara, Keluarga disamping dirinya masing-masing," ucapnya kepada Okezone.
Parwati merupakan salah satu wanita Indonesia yang mampu duduk di pucuk pimpinan. Sebab, tak banyak wanita yang menjadi CEO di perbankan Asia. Di Indonesia, Parwati Surjaudaja menjadi salah satu pimpinan perbankan yang berhasil menarik perhatian dunia internasional. Wanita keturunan Fujian, China, ini kini telah menjadi Presiden Direktur Bank OCBC NISP.
Jabatan tersebut telah ia duduki sejak Desember 2008. Mewarisi aset perbankan yang dimiliki oleh kakeknya, wanita berusia 51 tahun itu berhasil membawa OCBC NISP sebagai bank dengan total aset ke-12 terbesar di Indonesia. Kini, total aset OCBC NISP telah mencapai USD9,2 miliar.