JAKARTA - Kemunculan rokok elektrik atau rokok vape mulai marak di Indonesia. Kendati demikian, produsen rokok nomor satu Indonesia PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) belum melihat kecenderungan minat yang tinggi dari konsumen kepada rokok elektrik tersebut.
Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis mengatakan, HMSP menilai bahwa belum ada urgensi perseroan untuk mengeluarkan rokok jenis tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh dalam paparan publik setelah melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Faktor utama adalah konsumen, kalau konsumen tidak terlalu antusias maka kami tidak akan meluncurkan produk rokok Vape, dan saat ini kami belum melihat adanya permintaan konsumen yang tinggi ke sana," ujarnya di HotelRitz Carlton, Jakarta, Kamis (27/4/2017).
Kendati demikian, entitas anak dari Philip Morris International (PMI) ini sudah siap untuk meluncurkan produk vape. Pasalnya, PMI sebagai perusahaan induk sudah lebih dulu meluncurkan produk rokok elektrik tersebut.
Menurutnya, peluang pasar atas rokok elektrik saat ini masih rendah. Selain itu, Pemerintah juga belum menetapkan aturan pasti atas rokok elektrik tersebut, sehingga pihak HMSP masih harus melakukan kajian terkait aturan rokok vape.
"Apabila konsumen meminta Sampoerna meluncurkan rokok tersebut maka kami akan meluncurkan, tetapi kami perlu melakukan konsultasi dengan Pemerintah terkait dengan pajak cukai dan sebagainya," tambahnya.
Dia yakin, kemunculan rokok vape tidak akan mengancam keberadaan produk rokok HM Sampoerna lainnya. Hingga saat ini perseroan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pangsa pasar di Indonesia dengan menguasai 33,4% pangsa pasar.
Selain itu, HMSP mencatat penjualan sebesar 105,5 miliar batang rokok sepanjang tahun 2016. Dengan penjualan tersebut, perusahaan melaporkan penjualan bersih sebesar Rp95,5 triliun di tahun 2016 atau naik 7,2% dari Rp89,1 triliun di tahun 2015. "Kami sudah mendengar tentang produk tersebut di Indonesia tetapi kami tidak merasa terancam dengan kehadiran vape," imbuhnya.
Sementara itu, pemegang saham HMSP menyetujui pembagian dividen sebesar Rp12,5 triliun. Besaran dividen tersebut setara dengan 98,2% dari laba bersih tahun 2016 sebesar Rp12,7 triliun.
(Martin Bagya Kertiyasa)