"Apabila konsumen meminta Sampoerna meluncurkan rokok tersebut maka kami akan meluncurkan, tetapi kami perlu melakukan konsultasi dengan Pemerintah terkait dengan pajak cukai dan sebagainya," tambahnya.
Dia yakin, kemunculan rokok vape tidak akan mengancam keberadaan produk rokok HM Sampoerna lainnya. Hingga saat ini perseroan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pangsa pasar di Indonesia dengan menguasai 33,4% pangsa pasar.
Selain itu, HMSP mencatat penjualan sebesar 105,5 miliar batang rokok sepanjang tahun 2016. Dengan penjualan tersebut, perusahaan melaporkan penjualan bersih sebesar Rp95,5 triliun di tahun 2016 atau naik 7,2% dari Rp89,1 triliun di tahun 2015. "Kami sudah mendengar tentang produk tersebut di Indonesia tetapi kami tidak merasa terancam dengan kehadiran vape," imbuhnya.
Sementara itu, pemegang saham HMSP menyetujui pembagian dividen sebesar Rp12,5 triliun. Besaran dividen tersebut setara dengan 98,2% dari laba bersih tahun 2016 sebesar Rp12,7 triliun.
(Martin Bagya Kertiyasa)