JAKARTA - Terjawab sudah, teka teki bagaimana masa depan bisnis 7-Eleven di Indonesia. Pasalnya, selama ini 7-Eleven kerap mengalami kerugian penjualan serta beban keuangan yang cukup tinggi dari operasionalnya.
Oleh karena itu, PT Moderen Internasional Tbk (MDRN) pun menggadai bisnis retail tersebut kepada PT Charoen Pokhphand Tbk (CPIN). Charoen Pokphand sendiri bukan orang baru di bisnis retail ini, mereka sebelumnya telah mengembangkan 7-Eleven di Thailand, yang dikendalikan oleh Charoen Pokphan (CP) All Plc, yang merupakan induk usaha CPIN.
CPIN sendiri saat ini tengah dalam masa kejayaannya. Tercatat pada 2016, CPIN berhasil mencetak laba Rp2,225 triliun, naik dibandingkan laba 2015 sebesar Rp1,832 triliun.
Nasib 7-Eleven pun tampaknya akan membaik lantaran pemilik CP, Dhanin Chearavanont, merupakan orang kedua terkaya di Thailand. Lahir pada 1938 di Bangkok, Thailand, anak dari imigran Shantou, China, ini diperkirakan memiliki kekayaan bersih lebih dari USD14,4 miliar bisnisnya di bidang perbankan, asuransi, dan telekomunikasi.
Ayahnya, Chia Ek Chor, dan pamannya, Chia Seow Hui, bermigrasi ke Bangkok pada 1920-an dan mulai menjual benih dan bahan kimia untuk sektor pertanian.
Pada 1980-an, saat China membuka perusahaan asing, C.P Grup menjadi mitra pilihan untuk merek internasional seperti Honda, Wal Mart, dan Tesco, yang jauh berbeda dari nasionalisasi bisnis Ek Chor di China ketika komunis mengambil alih pada 1949.