Membiarkan anak memilih sendiri jajanannya membuat orangtua tidak bisa mengontrol asupan gizi si kecil. Di supermarket, anak bisa melihat beragam merek penanganan. Khawatirnya, semakin banyak tahu, semakin anak ingin beli ini itu.
Sama halnya seperti orang dewasa yang awalnya beli baju biasa-biasa saja. Namun, ketika semakin banyak tahu merek-merek branded, keinginan untuk beli pun makin besar.
Anak mencontoh pola belanja konsumtif orangtua
Lain lagi kalau kamu ternyata seorang yang boros atau konsumtif. Hanya butuh dua, tapi yang dimasukkan ke keranjang tiga atau empat. Stoknya masih ada di rumah, tapi malah beli lagi. Ketika si kecil melihat ini, dia bisa menganggap perilaku konsumtif yang dilakukan orangtua sebagai hal yang wajar.
Takutnya anak tidak bisa membedakan keinginan dengan kebutuhan. Bagaimanapun juga orangtua adalah contoh pertama bagi anak. Tidak mau kan saat dewasa nanti si kecil jadi konsumtif bahkan ketergantungan kartu kredit demi memenuhi hasrat belanja?